Test U Mann Whitney merupakan salah satu
test terkuat dan yang sering digunakan dalam test-test non-parametrik. Test ini digunakan untuk kasus-kasus dua
sampel independent. Test ini merupakan pengujian untuk mengetahui apakah ada
perbedaan yang signifikan antara rata-rata dua populasi yang distribusinya
sama, melalui dua sampel independen yang diambil dari kedua populasi tersebut.
asumsi yang digunakan adalah :
Tampilkan postingan dengan label Psikologi :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi :). Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Juni 2013
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KETIGA TEST UJI SATU SAMPEL ( BINOMIAL TEST, CHI-KUADRAT DAN KOLMOGOROV-SMIRNOV TEST)
di
08.39
Diposting oleh
Unknown
Binomial
Test
|
Chi-Kuadrat
|
Kolmogorov-smirnov
|
|
persamaan
|
· Hanya
memiliki 1 sampel
· Goodness-of-fit
· digunakan untuk menguji apakah frekuensi-frekuensi
yang kita amati pada sampel berasal dari populasi yang kita teliti. |
Intrinsic and Extrinsic Motivation
di
08.34
Diposting oleh
Unknown
Intrinsic
Motivation
Motivasi Intrinsik yaitu
ketika individu dimotivasi oleh sifat dasar aktifitas tersebut, kepuasan dalam
menguasai sesuatu yang baru, atau konsekuaensi alami dari suatu aktifitas. Misalnya,
seseorang yang membaca buku nonfiksi yang tidak ada hubungannya dengan
pekerjaannya karena seseorang tersebut
merasa senang mempelajari hal baru yang dimotivasi secara intrinsik.
Minggu, 02 Juni 2013
Subbidang Utama dari Psikologi
di
08.10
Diposting oleh
Unknown
1. Psikologi Faal
Terdapat
2 ranah utama dalam subbidang ini, yaitu Genetika perilaku dan ilmu saraf
perilaku. Genetika perilaku mempelajari bagaimana suatu perilaku terjadi
dilandasi dari kadar herediter atau faktor bawaan, seperti gen atau DNA yang
nantinya akan mempengaruhi bagaimana kepribadian dan tindak laku seseorang.
Sedangkan Ilmu saraf perilaku mempelajari dasar-dasar biologis dari perilaku. Sistem
saraf merupakan jalur utama yang memberi instruksi dalam setiap aktivitas
manusia yang akan berpengaruh terhadap perilaku dan kepribadian kita nantinya.
2. Psikologi Klinis
Psikologi klinis
merupakan ilmu terapan dari ilmu psikologi. Subbidang ini berisi tentang disfungsi
(psikologis) individual, abnormalitas atau kekurangan dalam aspek pikiran,
emosi, atau tindakan manusia. Dalam kasus-kasus lain, psikologi klinis
juga memusatkan perhatian untuk
menemukan potensi klien, dalam hal kemampuan, keterampilan, atau sensitivitas
yang menjadi target evaluasi, dan melukiskan kepribadian subyek. Inti dari
subbidang ini adalah membahas research, assesment da penanganan
gangguan-gangguan psikologis. Ada juga yang disebut psikologi saraf klinis. Ini
berfokus pada faktor-faktor biologis dan gangguan psikologis.
3. Psikologi kognitif
merupakan perspektif secara teori yang memfokuskan pada dunia
persepsi pemikiran ingatan manusia.
Dalam psikologi kognitif, akan dipelajari mengenai bagaimana seseorang
menerima, mepelajari, mengingat, dan berfikir tentang suatu informasi. Inti
dari subbidang ini adalah penelitian tentang proses-proses mental.
4. Psikologi konseling
Berfokus terutama pada masalah-masalah penyesuaian diri dalam
pendidikan, lingkungan sosial dan karier.
5. Psikologi Lintas Budaya
Subbidang ini mempelajari bagaimana kemiripan dan perbedaan secara
psikologis dalam dan antara berbagai kultur dana berbagia bentuk etnis. Jika
ditinjau lebih lanjut, PLB ini lebih menitikberatkan perspektif dari budaya
barat. Wajar, karena ilmu ini memang berkembang dari negara yang ada di benua
eropa. Tetapi, studi PLB memang
diperlukan guna membawa kita pada pemahaman yang baik dan benar, sekaligus
menghargai, menghormati dan merasakan perbedaan budaya (cultural diversity) dan
pengaruhnya pada perilaku manusia.
6. Psikologi Perkembangan
Psikologi
Perkembangan mempelajari bagaimana manusia tumbuh dan berubah dari masa ia dilahirkan
hingga pada kematian, baik dari segi fisik, kognitif, psikososial dan emosi
manusia.
7. Psikologi
Pendidikan
Ranah
psikologi yang satu ini memperhatikan proses belajar mengajar, seperti hubungan
antara motivasi dan performa di sekolah.
8. Psikologi Industri dan organisasi
Psikologi Industri dan Organisasi ini merupakan ranah
baru dalam ilmu psikologi di tempat kerja, seperti perusahaan ataupun industri.
Hal-hal yang dipelajari dalam subbidang ini adalah recruitment and selecting
employee, motivasi kerja, K3 ( Keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan) kerja,
leadership, kelompok dalam organisasi, ergonomi, dan lainnya yang berhubungan
dengan meningkatkan fungsi karyawan serta mendirikan sebuah sistem yang mendorong
pertumbuhan bagi perusahaan dan karyawan.
9.
Psikologi Forensik
Berfokus pada masalah-masalah
hukum, seperti mengukur akurasi dari ingatan saksi. Psikologi forensik meneliti mulai dari pemunculan masalah psikologi yang
berkaitan dengan proses hukum, apa itu Psikologi Forensik, bagaimana interaksi
yang terjadi antara Ilmu Hukum dengan Psikologi yang sangat berbeda namun perlu
harmonisasi diantara keduanya.
10. Psikologi Kepribadian
Subbidang ini berfokus pada konsistensi dalam perilaku
seseorang sepanjang waktu dan sifat-sifat dalam diri seseorang yang
membedakannya dengan orang lain.
11. Psikologi Sosial
Mempelajari bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan seseorang
dipengaruhi oleh orang lain. Subbidang ini sangat luas, mencakup berbagai
bidang studi dan beberapa disiplin ilmu. Penelitian
psikologi sosial dapat menjelaskan mengapa orang-orang
membentuk massa, bagaimana kelompok membuat keputusan, yang kondisi sosial
dapat menyebabkan perilaku menyimpang, dan berbagai hal lain. psikolog
sosial ini terus-menerus belajar lebih banyak tentang perilaku manusia dan ilmu
balik interaksi manusia,
memandang segala sesuatu dari mengapa
orang gagal untuk membantu orang yang membutuhkan dengan apa yang menyebabkan orang
untuk menyesuaikan diri, bahkan dalam situasi etis meragukan.
12. Psikologi Olahraga
Mengaplikasikan psikologi ke aktivitas dan
latihan olahraga.
Kamis, 04 April 2013
Gaya Manajemen Konflik
di
07.52
Diposting oleh
Unknown
Gaya
Manajemen Konflik
Pengontrol
Seorang pengontrol
memiliki ciri asertif dan kompetitif. Pengontrol memiliki kecendrungan untuk
mencapai kepentingannya, bahkan dengan cara merugikan orang lain. Tipe gaya
seperti ini merupakan tipe yang berorientasi kepada kekuasaan, serta akan
menggunakan kekuasaan dan kekuatannya demi mencapai tujuan-tujuan pribadinya.
Kompetisi bagi orang dengan gaya seperti berarti mempertahankan hak-kewajiban
diri, mempertahankan pendapat yang dipercaya sebagai benar, atau sekedar ingin
menang saja.
Akomodator
Seorang akomodator memiliki ciri tidak asertif dan kooperatif. Ketika
melakukan akomodasi, seorang akomodator sering sekali tidak memperhatikan
kepentingan dirinya sendiri dan selalu saja berfokus pada
kepentingan-kepentingan orang lain. Seorang akomodator seringkali akan menurut
pada perintah orang lain meskipun ia sebenarnya tidak ingin melakukan perintah
tersebut.
Avoider
Avoider bercirikan tidak asertif dan tidak kooperatif. Seorang avoider
tidak memiliki perhatian terhadap kepentingan dirinya dan tidak juga
memerhatikan kepentingan orang lain. Ia juga tidak mau memerhatikan sekaligus
juga menghindari konflik. Cara menghindar yang dilakukan oleh seorang avoider adalah
seperti mengambil posisi di pinggir (supaya tidak terlihat) ketika konflik
terjadi, menunda-nunda masalah sampai orang lain lupa akan terjadinya konflik,
atau sekedar melarikan diri dari situasi yang mengancam.
Kolaborator
Bertolak belakang dengan avoider, seorang kolaborator memiliki sifat yang
asertif sekaligus kooperatif. Kolaborasi
meliputi usaha untuk bekerja sama dengan orang lain dalam rangka untuk
menemukan solusi yang dapat memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terkait. Ini
berarti bahwa seorang kolaborator akan berusaha untuk mengidentifikasikan
kepentingan-kepentingan mendasar dari dua pihak yang kemudian digunakan oleh
seorang kolaborator untuk menemukan alternatif-alternatif solusi bagi kedua
belah pihak bertikai. Pada intinya, seorang kolaborator mengetahui kapan ia harus asertif
untuk menunjukkan poin-poin penting dalam penyelesaian suatu masalah. Di sisi
lain, ia juga mengetahui situasi-situasi di mana ia harus mengambil langkah
yang lebih kooperatif.
Pengkompromi
Seorang pengkompromi
memiliki ‘setengah ‘ sifat asertif dan ‘setengah’ sifat kooperatif. Objektif
seorang pengkompromi adalah untuk mendapatkan solusi jalan tengah yang sedikit
banyak memuaskan kedua pihak yang bertikai. Akan tetapi, kedua pihak yang
bertikai tidak benar-benar puas dengan keputusan yang diambil. Pada intinya,
seorang pengkompromi selalu berusaha untuk mencari jalan tengah yang seringkali
tidak dapat benar-benar memuaskan pihak-pihak yang bertikai.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Blog List
Footer Widget 1
Total Tayangan Halaman
Footer Widget 3
Labels
- personality test :) (2)
- Psikologi :) (5)
- Psikologi Pendidikan :) (2)
- PUM2's Task (9)
- Song from The Stiff Dylans :) (1)
- TESTIMONI E-LEARNING (1)
- whatever :) (6)
Blogger templates
Blogger templates
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Footer Widget 2
Blog Archive
-
▼
2013
(26)
-
▼
Juni
(13)
- 10 Manfaat Perselisihan
- 8 Fenomena Alam Super Keren
- 10 Pekerjaan yang membuat Stress
- I Stand All Alone
- TEST U Mann Whitney
- PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KETIGA TEST UJI SATU SAMPE...
- Gender dalam kehidupan sehari-hari
- Intrinsic and Extrinsic Motivation
- Always Be My Baby Lyrics & Chord
- Laporan Hasil Observasi Psikologi Pendidikan
- Stress and Health dalam kehidupan sehari-hari
- Love will Find a Way
- Subbidang Utama dari Psikologi
-
▼
Juni
(13)
About Me
- Unknown
Search
Popular posts
-
Binomial Test Chi-Kuadrat Kolmogorov-smirnov persamaan · Hanya memiliki 1 sampel · Goodness-of...
-
Rabu, 1 Mei 2013 Motivasi merupakan sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan suatu perilaku dalam mencapai suatu tujuan yang ingin...
-
Intrinsic Motivation Motivasi Intrinsik yaitu ketika individu dimotivasi oleh sifat dasar aktifitas tersebut, kepuasan dalam menguasai...
-
Rabu, 1 April 2013 Kognisi merupakan proses intelektual dengan mana informasi diperoleh, ditransformasi, disimpan, diambil kembali. Yan...
-
[ Eb tuning] [Verse1] G We were as one babe Em For a moment in time C9 And it seemed everlasting Am ...
-
PAUD DAHULU Vs PAUD MASA KINI Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) sama dengan PAPS (Pendidikan Anak Pra Sekolah). tok...
-
I know the sound of each rock and stone And I embrace what others fear You are not to roam in this forgotten place Just the likes ...
-
Test U Mann Whitney merupakan salah satu test terkuat dan yang sering digunakan dalam test-test non-parametrik. Test ini digunakan untuk ...
-
1. Psikologi Faal Terdapat 2 ranah utama dalam subbidang ini, yaitu Genetika perilaku dan ilmu saraf perilaku. Genetika perilaku mempel...
-
Rabu, 10 April 2013 Intelegensi mengacu pada pengertian : kemampuan berpikir individu untuk belajar dari pengalaman. Untuk alasan yan...





