Night Diamond Bloody Red - Busy

Kamis, 23 Mei 2013

0

Studi Kasus : Intelegensi dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 10 April 2013

Intelegensi mengacu pada pengertian : kemampuan berpikir individu untuk belajar dari pengalaman. Untuk alasan yang benar dan untuk mengatasi tuntutan dari hidup sehari. Sebenarnya, banyak bagian-bagian yang dibahas didalam intelegensi dan juga pasti banyak terjadi kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari mengenai intelegensi ini. Termasuk dalam kehidupan saya. Salah satu bagian dari pembahasan intelegensi adalah Fluid dan Crystallized Intelligence. Fluid inteligence : kemampuan untuk belajar atau menemukan cara baru untuk menghadapi masalah baru. Sedangkan, Crystallized  intelligence : kemampuan untuk memanfaatkan informasi yang telah dipelajari sebelumnya untuk memecahkan masalah yang lazim.

Contoh kasus yang berhubungan dengan kedua hal itu adalah ketika masuk semester 2 ini. Ketika semester 1, saya tidak sering atau jarang membaca buku untuk materi esoknya. Terkhusus mata kuliah Psikologi Umum 1, karena bukunya sangat tebal dan berbahasa Inggris. Jadi, saya hanya mendengarkan dari penjelasan dosen dan presentasi dari kelompok. Dan hasil dari proses belajar yang tidak baik ini menjalar hampir ke seluruh  mata kuliah dan saya menjadi terbiasa dengan cara belajar yang seperti itu. Ketika memasuki semester 2, semuanya pun berubah. Semua mata kuliah menuntut mahasiswa termasuk saya untuk membaca buku sebelum masuk kuliah. Terkhusus mata kuliah Psikologi Umum 2, yang meminta bukti bahwa kita telah membaca sebelumnya, yaitu resume. Awalnya saya sangat malas mengerjakannya. tetapi, karena ini merupakan kewajiban dan juga merupak nilai tugas, maka saya selalu mengerjakannya. Sehingga, kebiasaan membaca buku sebelum masuk, menjalar untuk semua mata kuliah lain.

Yang menjadi Fluid Intelligence adalah saya mengikuti cara baru dalam cara belajar saya yaitu membaca terlebih dahulu dan membuat resume dari yang saya baca. Dan yan menjadi Crystallized  intelligence adalah saya menerapkan cara belajar saya yang baru ( membaca lalu membuat resume) ke mata kuliah yang lainnya.

 

 

 
Read More
0

Studi Kasus : Kognisi dan Bahasa dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 1 April 2013

Kognisi merupakan proses intelektual dengan mana informasi diperoleh, ditransformasi, disimpan, diambil kembali. Yang paling penting di dalam pembahasan kognisi ini adalah konsep. Konsep merupakan kategori yang umum dari sesuatu, peristiwa, atau kualitas yang dihubungkan oleh suatu ciri-ciri yang umum. Kemudian, proses dari kognisi ini dapat digunakan sebagai problem solving dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh studi kasus yang berhubungan dengan kognisi ini adalah konsep. Ini paling sering terjadi ketika akan memahami sesuatu. Terkhusus ketika sedang belajar.

Bagi saya pribadi, ketika sedang belajar suatu materi harus memahami konsepnya terlebih dahulu. Ada banyak cara. Misalnya untuk mata kuliah Psikologi umum ini, dosen membuat tugas untuk setiap pertemuan kepada semua mahsiswa agar mengerjakan resume materi yang akan dipelajari di pertemuan minggu depannya. Hal ini menurut saya berguna agar semua mahasiswa termasuk saya memahami konsep apa-apa saja yang ada dalam materi itu yang ditumpahkan dalam bentuk resume. Misalnya materi seperti Intelegensi. Sebelum mengulas lebih dalam tentang materi tersebut, mahasiswa diberi tugas resume. Saya sendiri terlebih dahulu mencari konsep-konsep apa saja yang akan dibahas di materi tersebut. misalnya konsep-konsep tersebut adalah pengertian intelegensi, pandangan-pandangan berbeda tentang intelegensi, pengukuran dalan intelegensi dan lain sebagainya. Konsep-konsep tadi dapat mengantar pengertian awal kepada setiap mahasiswa sebelum diulas lebih dalam pada pertemuan selanjutnya.

Mungkin itu menurut saya contoh yang paling dekat dan sering tentang kognisi.
Read More
0

Studi Kasus : Memori dalam kehidupan sehari-hari


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti mendapatkan pelajaran setiap harinya. Dan yang nerperan besar dalam proses ini adalah memori. Memori manusia itu seperti PC yang kita kenal. Maksudnya adalah cara kerja memori kita ini sama seperti PC, yaitu, Proses pemasukan data atau informasi yang disebut encoding, lalu informasi tersebut diolah dan dan disimpan disebut sebagai proses storing kemudian ketika kita ingin menggunakan kembali informasi yang telahvkita simpan tersebut atau dalam bahasa simpelnya kita ingin mengingat kembali ingatan kita disebut dengan proses retrieving.

Kali ini kasus pribadi yang saya ambil adalah tentang memori jangka pendek. Dan ini terjadi pada hari yang sama dimana saya belajar PUM 2 tentang memori. Seperti biasa, stelah presentasi selesai, dosen memberikan feedback kepada kami. Kak Indri menjelaskan kembali tentang memori. Baik dari pengertian, jenis, dan yang lainnya yang masih berhubungan dengan memori. Ketika itu, kak Indri memberikan tampilan slide yang berisi tulisan nama-nama hewan, buah dan pohon/bunga (kalau saya tidak salah, saya agak lupa). Kemudian, kami diberi waktu dalam beberapa menit untuk menghapal apa-apa saja nama yang ada di slide tersebut. tiba-tiba, nama saya dipanggil oleh kak Indri, saya tidak terlalu konsentrasi, sehingga saya hanya bisa mengingat nama-nama di kolom pertama, 1 nama hewan di kolom kedua dan ketiga pada baris terakhir.

Dari pengalaman tersebut, saya mengerti bagaimana proses memori berlangsung dan bagaimana jenis dari memori yang Short Term Memory tersebut. mungkin ini salah satu pengalaman pribadi dari sekian pengalaman lainnya tentang kasus yang berhubungan dengan memori. Terimakasih.

 
Read More

Rabu, 24 April 2013

PAUD DAHULU Vs PAUD MASA KINI


PAUD DAHULU

Vs
PAUD MASA KINI
 

Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) sama dengan PAPS (Pendidikan Anak Pra Sekolah). tokoh yang pertama sekali memperkenalkan pendidikan seperti ini adalah Friedrick Froebel (1837) yang membuka sekolah Taman Kanak-kanak pertama di Jerman. Beliau disebut juga Ayah pendidikan anak usia bayi. Menurutnya, Pendidikan taman kanak-kanak perlu mengikuti sifat anak serta bermain merupakan suatu metode dari pendidikan dan cara dari anak untuk meniru kehidupan orang dewasa dengan wajar.

Ada tokoh dari Indonesia yang memberikan kontribusi mengenai pendidikan anak ini yaitu Ki Hajar Dewantara. Pandangan Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan anak ini lebih menekankan kepada penanaman nilai, martabat kemanusiaan, nilai moral watak, dan pada akhirnya pembentukan manusia yang berkepribadian. Ciri dari khas pendidikan anak usia dini disebut Sistem among yang mempunyai inti : Ing ngarso sing tulodo, Ing madya mangun karso dan Tut wuri handayani.

Pada hakekatnya, PAUD merupakan upaya untuk memberikan stimulus, pengasuhan yang benar, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang melatih dan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.  Dimana, pendidikan yang diberikan menitik beratkan kepada dasar pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta (kreativitas), emosi dan spiritual. Karenanya, penyelenggaran dari Pendidikan Anak Usia Dini ini harus disesuaikan dengan tahap perkembangan yang dilalui oleh anak. Inilah yang menjadi kendala di masa sekarang.

Dulu anak-anak usia dini (0-8 tahun) yang dididik baik secara formal (TK, RA, dll) informal (kel.bermain,TPA, dll) dan nonformal (pend. Keluarga, pend. Lingkungan dll) lebih mengarah kepada budi pekerti. Tingkat pelajaran yang diterima anak-anak memiliki level yang memang pantas diterima anak-anak yang dalam tahap perkembangan usia 0-8 tahun. Seperti mewarnai, menyanyi sambil menghapal, membentuk kelompok bermain untuk membangun kerjasama dan juga belajar mengenali orang lian selain keluarga. Seperti teori diatas, anak-anak usia dini lebih dominan dalam bermain. Karenanya model pembelajaran dilakuan sambil bermain. Permainan yang dilakukan anak-anak usia dini dulunya, lebih simple, sederhana dan lebih membangun nilai-nilai budi pekerti.

Berbeda dengan anak-anak usia dini zaman sekarang. Sedangkan jika dibandingkan dengan zaman saya TK dulu, sudah berbeda jauh. PAUD masa kini sudah mempelajari  layaknya pelajaran anak SD kelas 1-2. Anak-anak sudah diajarkan hal-hal yang lebih kompleks seperti bermain komputer, berhitung yang lebih kompleks (tidak hanya 1-20), belajar bahasa asing (bahasa Inggris), membuat kreativitas yang lebih kompleks, seperti meronce, menganyam dan lain sebagainya. Padahal pada zaman dulu, anak-anak usia dini itu lebih di dominasi untuk bermain. Karena seperti teori diatas, anak-anak dalam usia dini berada dalam tahap bermain. Dan dalam tahap ini pula anak-anak menyerap banyak tentang lingkungan sekitarnya. Jadi dengan bermain mereka juga belajar akan lingkungannya.

Kemajuan pendidikan anak-anak usia dini zaman kini dikarenakan banyak hal. Yang paling berperan besar adalah kemajuan zaman atau globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sehingga memaksa setiap manusia untuk mengikutinya. Apabila tidak, maka akan ketinggalan banyak informasi atau sering disebut ketinggalan zaman. Sehingga, anak-anak dalam tahap perkembangan emas ini pun sudah diberi stimulus yang lebih banyak lagi. Mungkin karena perkembangan pengetahuan yg juga maju, anak-anak dalam golden age pun sudah harus dibentuk karakternya walaupun akan berdampak negatif dalam beberapa aspek kehidupan, seperti budi pekerti, perkembangan psikososial anak dan pola pikir anak yang tidak lagi “polos”.

Menurut saya, inilah sebabnya PAUD dahulu dan PAUD masa kini itu berbeda. Saya masih ingat ketika saya TK, saya bermain beramai-ramai dengan kawan satu group di TK. Permainan mulai dari petak umpet, engklek, memanjat-manjat pohon, lomba lari dan banyak lagi. Siapa memiliki mainan, saling berbagi juga. Tetapi, jika saya lihat sekarang, anak-anak tidak lagi berlari-lari sana sini mengejar temannya, bermain petak umpet, sekarang yang terlihat adalah anak-anak bermain dengan mainannya sendiri yang lebih canggih, tidak perlu berbagi dengan orang lain mainannya. J


Mungkin ini salah satu dampaknya mihihihihi :D
 
 




Read More

Jumat, 05 April 2013

0

BIG5 Result

The Result from BIG FIVE test Personality :) so it's me :D i don't know about the truth hhaha :D

Big Five Test Results
Extroversion (52%) medium which suggests you average somewhere in between being assertive and social and being withdrawn and solitary.
Accommodation (50%) medium which suggests you are moderately kind natured, trusting, and helpful while still maintaining your own interests.
Orderliness (58%) moderately high which suggests you are, at times, overly organized, neat, structured and restrained at the expense too often of flexibility, variety, spontaneity, and fun.
Emotional Stability (38%) moderately low which suggests you are worrying, insecure, emotional, and anxious.
Inquisitiveness (60%) moderately high which suggests you are intellectual, curious, imaginative but possibly not very practical.
Take Free Big Five Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com
Read More

Kamis, 04 April 2013

0

Gaya Manajemen Konflik


Gaya Manajemen Konflik

Pengontrol

Seorang pengontrol memiliki ciri asertif dan kompetitif. Pengontrol memiliki kecendrungan untuk mencapai kepentingannya, bahkan dengan cara merugikan orang lain. Tipe gaya seperti ini merupakan tipe yang berorientasi kepada kekuasaan, serta akan menggunakan kekuasaan dan kekuatannya demi mencapai tujuan-tujuan pribadinya. Kompetisi bagi orang dengan gaya seperti berarti mempertahankan hak-kewajiban diri, mempertahankan pendapat yang dipercaya sebagai benar, atau sekedar ingin menang saja.

Akomodator

Seorang akomodator memiliki ciri tidak asertif dan kooperatif. Ketika melakukan akomodasi, seorang akomodator sering sekali tidak memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan selalu saja berfokus pada kepentingan-kepentingan orang lain. Seorang akomodator seringkali akan menurut pada perintah orang lain meskipun ia sebenarnya tidak ingin melakukan perintah tersebut.

Avoider

Avoider bercirikan tidak asertif dan tidak kooperatif. Seorang avoider tidak memiliki perhatian terhadap kepentingan dirinya dan tidak juga memerhatikan kepentingan orang lain. Ia juga tidak mau memerhatikan sekaligus juga menghindari konflik. Cara menghindar yang dilakukan oleh seorang avoider adalah seperti mengambil posisi di pinggir (supaya tidak terlihat) ketika konflik terjadi, menunda-nunda masalah sampai orang lain lupa akan terjadinya konflik, atau sekedar melarikan diri dari situasi yang mengancam.


Kolaborator

Bertolak belakang dengan avoider, seorang kolaborator memiliki sifat yang asertif sekaligus kooperatif.  Kolaborasi meliputi usaha untuk bekerja sama dengan orang lain dalam rangka untuk menemukan solusi yang dapat memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terkait. Ini berarti bahwa seorang kolaborator akan berusaha untuk mengidentifikasikan kepentingan-kepentingan mendasar dari dua pihak yang kemudian digunakan oleh seorang kolaborator untuk menemukan alternatif-alternatif solusi bagi kedua belah pihak bertikai. Pada intinya, seorang kolaborator mengetahui kapan ia harus asertif untuk menunjukkan poin-poin penting dalam penyelesaian suatu masalah. Di sisi lain, ia juga mengetahui situasi-situasi di mana ia harus mengambil langkah yang lebih kooperatif.

Pengkompromi

Seorang pengkompromi memiliki ‘setengah ‘ sifat asertif dan ‘setengah’ sifat kooperatif. Objektif seorang pengkompromi adalah untuk mendapatkan solusi jalan tengah yang sedikit banyak memuaskan kedua pihak yang bertikai. Akan tetapi, kedua pihak yang bertikai tidak benar-benar puas dengan keputusan yang diambil. Pada intinya, seorang pengkompromi selalu berusaha untuk mencari jalan tengah yang seringkali tidak dapat benar-benar memuaskan pihak-pihak yang bertikai.



Read More

Kamis, 28 Maret 2013

0

E-learning


E-Learning

Kata-kata seperti  website, link, dan sebagainya yang ada kaitannya dengan internet bukan kata-kata yang asing lagi. Bahkan, sejak saya SMP internet sudah banyak berkembang dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan, terutama dalam hal edukasi.

Yang paling terasa adalah ketika saya berada di jenjang Sekolah Menengah ke atas (SMA). Program belajar di sekolah kami saat itu sudah berbasis KBK dan e-learning pun mulai digunakan sedikit demi sedikit, walaupun tidak terlalu lancar prosesnya. Sebagai contoh, setiap murid diberi satu passwordnya masing-masing agar dapat menggunakan wi-fi dan mengakses website sekolah. Di dalam website tersebut disediakan materi-materi dari setiap guru. Sama halnya seperti OCW yang ada di Universitas Sumatera Utara ini. Tetapi, hal itu tidak terlalu lama berjalan dikarenakan beberapa kendala. Sehingga, yang paling merasakan perkembangan e-learning tersebut adalah angkatan-angkatan yang di bawah kami.

Kemudian, setelah masuk kuliah, e-learning pun diterapkan lagi. Tepat pada tanggal 15 Maret 2013 di matakulaih Psikologi Pendidikan yang diampu oleh dosen kami ibu Filia Dina Anggaraeni, mengajar tentang tekhnologi pendidikan. Dimana proses kuliahnya bukan seperti kuliah biasa, melainkan berdiskusi melalui sarana internet yaitu Gtalk. Walaupun, ada sedikit masalah dengan jaringan, tetapi proses e-learning tersebut dapat berjalan dengan baik. Saya juga merasa tertarik adanya e-learning ini, karena memang semakin kedepannya, setiap orang akan membutuhkan internet dalam hal berkomunikasi tanpa memandang waktu dan tempat. Keadaan seperti ini lama kelamaan akan menuju Ubiquitous Computing, dimana keadaan ini memaksa komputer eksis di kehidupan manusia. Manusia tidak lagi menggunakan PC, melainkan gadget-gadget multifungsi yang berguna layaknya Handphone dan berguna seperti komputer.

Menurut saya pribadi, program semacam ini mempunyai dampak baik dan dampak yang kurang baik pula. Dampak baiknya adalah setiap orang dapat berkomunikasi tanpa harus bertatap muka langsung dan dapat saling berkomunikasi dimana pun dan kapan pun. Ini merupakan start yang baik dalam mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam aspek edukasi. Dan dampak buruknya saya pikir, mungkin tingkat individualitas akan bertambah dan terkhusus buat mahasiswa, minat membaca buku akan berkurang karena adanya internet ini.

 

 
Read More

Senin, 25 Maret 2013

0

Studi Kasus Teori pembelajaran (perspektif kognitif)


Nama              : Lucy Gabriella Hutauruk

NIM                : 121301048

Kelas               : B (Genap)

Studi Kasus    : Pendekatan Kognitif dalam kehidupan sehari-hari

Rabu, 13 Maret 2013

Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan belajar. secara rinci dasar kognitif dalam proses belajar terjadi dalam 4 tahap yaitu attention (perhatian), retention (mengingat), reproduction (menghasilkan), dan motivasi

Dalam kehidupan sehari-hari juga banyak melibatkan teori pembelajaran yang satu ini. Termasuk dalam kehidupan sehari-hari saya. Salah satunya ketika saya di SMA. Saya mempunyai seorang teman yang terkenal di kalangan guru dan mendapat juara paralel (juara umum). Kemudian saya, memperhatikan bagaimana cara belajar dia. Ternyata berbeda saya. Dia sering membahas-bahas soal dan karenanya dia sering menjawab pertanyaan dari guru. Saat SMA, kalau ada murid yang rajin dan bisa menjawab pertanyaan maka aada nilai plus bagi si murid. Oleh sebab itu, saya meniru cara belajar dia. Sebelumnya cara saya belajar itu adalah merangkum apa-apa saja yang dikatakan guru di kelas dan merangkum jawaban-jawaban dari pertanyaan guru. Saya pun lama kelamaan menjadi suka membahas-bahas soal, baru merangkum jawabannya dan membandingkannya dengan apa yang telah dijelaskan oleh guru. Akhirnya saya pun mendapat nilai yang baik dan bisa mendapat ranking di kelas. Walaupun tidak paralel. Dan sebagian besar guru mengenal saya juga.

Dari kejadian tersebut, dapat dirasakan bahwa saya me’modelling’ teman saya. Tampak proses kognitif yang saya lakukan dalam meniru dia. Yang pertama, saya memperhatikan (attention) bagaimana cara belajarnya. Selanjutnya saya mengingat dan memahami (retention) bagimana cara dia belajar, lalu menerapkan cara belajar dia (reproduction) ke dalam diri saya. Dan yang menjadi motivasi saya adalah mendapat nilai dan dikenali oleh guru-guru saya.
Read More

Jumat, 15 Maret 2013

0

Kasus pribadi PUM2


Nama              : Lucy Gabriella Hutauruk

NIM                : 121301048

Kelas               : B (Genap)

Studi Kasus    : Operant Conditioning dalam kehidupan sehari-hari

Rabu, 6 Maret 2013

Pengondisian operan adalah pembelajaran dimana suatu respon yang disadari, diperkuat atau diperlemah, tergantung pada konsekuensi yang menyenangkan atau tidak. Pengondisian ini lebih banyak menekankan kepada penguat (reinforcement) baik positif atau negatif serta hukuman (punishment). Hal ini banyak terjadi pada pengalaman belajar setiap orang. Termasuk saya. Salah satu pengalaman saya yang menunjukkan adanya bentuk dari proses operant conditioning ini mengarah kepada penguatnya yang secara positif.

Jika saya berada dalam masa liburan, saya akan pulang ke daerah asal saya. Biasanya, jika sudah di rumah, setiap harinya saya akan bekerja membantu mama dan kakak yang tinggal di rumah beres-beres dan memasak. Sekalian saya belajar sedikit demi sedikit menjadi ibu rumah tangga yang baik. Tetapi, pada saat itu saya mau bekerja karena disuruh saja.

Pernah suatu kali saya bekerja tanpa disuruh dan saya mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak daripada pekerjaan sebelumnya. Biasanya saya, menyapu rumah, mencuci baju, menyetrika, membereskan semua kamar di rumah, mencuci piring dan membantu masak. Sekali lagi, itupun karena disuruh. Saat itu saya mendadak rajin. Saya telah mengerjakan pekerjaan yang biasa, setelah itu saya melanjut membersihkan halaman dan bunga-bunga, membersihkan sepatu-sepatu kantor mama, mengajari adik-adik saya. Mungkin karena melihat perilaku ‘mendadak rajin’ saya ini, mama memberi uang jajan kepada saya. Biasanya kalau saya liburan tidak pernah diberi uang jajan. Karenanya, saya pun bekerja tanpa harus disuruh terlebih dahulu.

Pada pengalaman saya tadi, terbukti bahwa operant conditioning yang mengarah kepada reinforcement positifnya bekerja pada saya. Saya biasanya bekerja harus diperintah terlebih dahulu, tetapi karena saya diberi penguat yaitu ekstra uang jajan pada liburan, membuat saya bekerja tanpa harus disuruh. Dan itu menjadi kebiasaan saya di rumah sampai sekarang. Saya bekerja tanpa harus diperintah lagi.
Read More

My Blog List

Footer Widget 1

Total Tayangan Halaman

Footer Widget 3

Blogger templates

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 2

About Me

Search

Popular posts