Night Diamond Bloody Red - Busy

Jumat, 05 April 2013

0

BIG5 Result

The Result from BIG FIVE test Personality :) so it's me :D i don't know about the truth hhaha :D

Big Five Test Results
Extroversion (52%) medium which suggests you average somewhere in between being assertive and social and being withdrawn and solitary.
Accommodation (50%) medium which suggests you are moderately kind natured, trusting, and helpful while still maintaining your own interests.
Orderliness (58%) moderately high which suggests you are, at times, overly organized, neat, structured and restrained at the expense too often of flexibility, variety, spontaneity, and fun.
Emotional Stability (38%) moderately low which suggests you are worrying, insecure, emotional, and anxious.
Inquisitiveness (60%) moderately high which suggests you are intellectual, curious, imaginative but possibly not very practical.
Take Free Big Five Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com
Read More

Kamis, 04 April 2013

0

Gaya Manajemen Konflik


Gaya Manajemen Konflik

Pengontrol

Seorang pengontrol memiliki ciri asertif dan kompetitif. Pengontrol memiliki kecendrungan untuk mencapai kepentingannya, bahkan dengan cara merugikan orang lain. Tipe gaya seperti ini merupakan tipe yang berorientasi kepada kekuasaan, serta akan menggunakan kekuasaan dan kekuatannya demi mencapai tujuan-tujuan pribadinya. Kompetisi bagi orang dengan gaya seperti berarti mempertahankan hak-kewajiban diri, mempertahankan pendapat yang dipercaya sebagai benar, atau sekedar ingin menang saja.

Akomodator

Seorang akomodator memiliki ciri tidak asertif dan kooperatif. Ketika melakukan akomodasi, seorang akomodator sering sekali tidak memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan selalu saja berfokus pada kepentingan-kepentingan orang lain. Seorang akomodator seringkali akan menurut pada perintah orang lain meskipun ia sebenarnya tidak ingin melakukan perintah tersebut.

Avoider

Avoider bercirikan tidak asertif dan tidak kooperatif. Seorang avoider tidak memiliki perhatian terhadap kepentingan dirinya dan tidak juga memerhatikan kepentingan orang lain. Ia juga tidak mau memerhatikan sekaligus juga menghindari konflik. Cara menghindar yang dilakukan oleh seorang avoider adalah seperti mengambil posisi di pinggir (supaya tidak terlihat) ketika konflik terjadi, menunda-nunda masalah sampai orang lain lupa akan terjadinya konflik, atau sekedar melarikan diri dari situasi yang mengancam.


Kolaborator

Bertolak belakang dengan avoider, seorang kolaborator memiliki sifat yang asertif sekaligus kooperatif.  Kolaborasi meliputi usaha untuk bekerja sama dengan orang lain dalam rangka untuk menemukan solusi yang dapat memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terkait. Ini berarti bahwa seorang kolaborator akan berusaha untuk mengidentifikasikan kepentingan-kepentingan mendasar dari dua pihak yang kemudian digunakan oleh seorang kolaborator untuk menemukan alternatif-alternatif solusi bagi kedua belah pihak bertikai. Pada intinya, seorang kolaborator mengetahui kapan ia harus asertif untuk menunjukkan poin-poin penting dalam penyelesaian suatu masalah. Di sisi lain, ia juga mengetahui situasi-situasi di mana ia harus mengambil langkah yang lebih kooperatif.

Pengkompromi

Seorang pengkompromi memiliki ‘setengah ‘ sifat asertif dan ‘setengah’ sifat kooperatif. Objektif seorang pengkompromi adalah untuk mendapatkan solusi jalan tengah yang sedikit banyak memuaskan kedua pihak yang bertikai. Akan tetapi, kedua pihak yang bertikai tidak benar-benar puas dengan keputusan yang diambil. Pada intinya, seorang pengkompromi selalu berusaha untuk mencari jalan tengah yang seringkali tidak dapat benar-benar memuaskan pihak-pihak yang bertikai.



Read More

Kamis, 28 Maret 2013

0

E-learning


E-Learning

Kata-kata seperti  website, link, dan sebagainya yang ada kaitannya dengan internet bukan kata-kata yang asing lagi. Bahkan, sejak saya SMP internet sudah banyak berkembang dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan, terutama dalam hal edukasi.

Yang paling terasa adalah ketika saya berada di jenjang Sekolah Menengah ke atas (SMA). Program belajar di sekolah kami saat itu sudah berbasis KBK dan e-learning pun mulai digunakan sedikit demi sedikit, walaupun tidak terlalu lancar prosesnya. Sebagai contoh, setiap murid diberi satu passwordnya masing-masing agar dapat menggunakan wi-fi dan mengakses website sekolah. Di dalam website tersebut disediakan materi-materi dari setiap guru. Sama halnya seperti OCW yang ada di Universitas Sumatera Utara ini. Tetapi, hal itu tidak terlalu lama berjalan dikarenakan beberapa kendala. Sehingga, yang paling merasakan perkembangan e-learning tersebut adalah angkatan-angkatan yang di bawah kami.

Kemudian, setelah masuk kuliah, e-learning pun diterapkan lagi. Tepat pada tanggal 15 Maret 2013 di matakulaih Psikologi Pendidikan yang diampu oleh dosen kami ibu Filia Dina Anggaraeni, mengajar tentang tekhnologi pendidikan. Dimana proses kuliahnya bukan seperti kuliah biasa, melainkan berdiskusi melalui sarana internet yaitu Gtalk. Walaupun, ada sedikit masalah dengan jaringan, tetapi proses e-learning tersebut dapat berjalan dengan baik. Saya juga merasa tertarik adanya e-learning ini, karena memang semakin kedepannya, setiap orang akan membutuhkan internet dalam hal berkomunikasi tanpa memandang waktu dan tempat. Keadaan seperti ini lama kelamaan akan menuju Ubiquitous Computing, dimana keadaan ini memaksa komputer eksis di kehidupan manusia. Manusia tidak lagi menggunakan PC, melainkan gadget-gadget multifungsi yang berguna layaknya Handphone dan berguna seperti komputer.

Menurut saya pribadi, program semacam ini mempunyai dampak baik dan dampak yang kurang baik pula. Dampak baiknya adalah setiap orang dapat berkomunikasi tanpa harus bertatap muka langsung dan dapat saling berkomunikasi dimana pun dan kapan pun. Ini merupakan start yang baik dalam mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam aspek edukasi. Dan dampak buruknya saya pikir, mungkin tingkat individualitas akan bertambah dan terkhusus buat mahasiswa, minat membaca buku akan berkurang karena adanya internet ini.

 

 
Read More

Senin, 25 Maret 2013

0

Studi Kasus Teori pembelajaran (perspektif kognitif)


Nama              : Lucy Gabriella Hutauruk

NIM                : 121301048

Kelas               : B (Genap)

Studi Kasus    : Pendekatan Kognitif dalam kehidupan sehari-hari

Rabu, 13 Maret 2013

Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan tindakan belajar. secara rinci dasar kognitif dalam proses belajar terjadi dalam 4 tahap yaitu attention (perhatian), retention (mengingat), reproduction (menghasilkan), dan motivasi

Dalam kehidupan sehari-hari juga banyak melibatkan teori pembelajaran yang satu ini. Termasuk dalam kehidupan sehari-hari saya. Salah satunya ketika saya di SMA. Saya mempunyai seorang teman yang terkenal di kalangan guru dan mendapat juara paralel (juara umum). Kemudian saya, memperhatikan bagaimana cara belajar dia. Ternyata berbeda saya. Dia sering membahas-bahas soal dan karenanya dia sering menjawab pertanyaan dari guru. Saat SMA, kalau ada murid yang rajin dan bisa menjawab pertanyaan maka aada nilai plus bagi si murid. Oleh sebab itu, saya meniru cara belajar dia. Sebelumnya cara saya belajar itu adalah merangkum apa-apa saja yang dikatakan guru di kelas dan merangkum jawaban-jawaban dari pertanyaan guru. Saya pun lama kelamaan menjadi suka membahas-bahas soal, baru merangkum jawabannya dan membandingkannya dengan apa yang telah dijelaskan oleh guru. Akhirnya saya pun mendapat nilai yang baik dan bisa mendapat ranking di kelas. Walaupun tidak paralel. Dan sebagian besar guru mengenal saya juga.

Dari kejadian tersebut, dapat dirasakan bahwa saya me’modelling’ teman saya. Tampak proses kognitif yang saya lakukan dalam meniru dia. Yang pertama, saya memperhatikan (attention) bagaimana cara belajarnya. Selanjutnya saya mengingat dan memahami (retention) bagimana cara dia belajar, lalu menerapkan cara belajar dia (reproduction) ke dalam diri saya. Dan yang menjadi motivasi saya adalah mendapat nilai dan dikenali oleh guru-guru saya.
Read More

Jumat, 15 Maret 2013

0

Kasus pribadi PUM2


Nama              : Lucy Gabriella Hutauruk

NIM                : 121301048

Kelas               : B (Genap)

Studi Kasus    : Operant Conditioning dalam kehidupan sehari-hari

Rabu, 6 Maret 2013

Pengondisian operan adalah pembelajaran dimana suatu respon yang disadari, diperkuat atau diperlemah, tergantung pada konsekuensi yang menyenangkan atau tidak. Pengondisian ini lebih banyak menekankan kepada penguat (reinforcement) baik positif atau negatif serta hukuman (punishment). Hal ini banyak terjadi pada pengalaman belajar setiap orang. Termasuk saya. Salah satu pengalaman saya yang menunjukkan adanya bentuk dari proses operant conditioning ini mengarah kepada penguatnya yang secara positif.

Jika saya berada dalam masa liburan, saya akan pulang ke daerah asal saya. Biasanya, jika sudah di rumah, setiap harinya saya akan bekerja membantu mama dan kakak yang tinggal di rumah beres-beres dan memasak. Sekalian saya belajar sedikit demi sedikit menjadi ibu rumah tangga yang baik. Tetapi, pada saat itu saya mau bekerja karena disuruh saja.

Pernah suatu kali saya bekerja tanpa disuruh dan saya mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak daripada pekerjaan sebelumnya. Biasanya saya, menyapu rumah, mencuci baju, menyetrika, membereskan semua kamar di rumah, mencuci piring dan membantu masak. Sekali lagi, itupun karena disuruh. Saat itu saya mendadak rajin. Saya telah mengerjakan pekerjaan yang biasa, setelah itu saya melanjut membersihkan halaman dan bunga-bunga, membersihkan sepatu-sepatu kantor mama, mengajari adik-adik saya. Mungkin karena melihat perilaku ‘mendadak rajin’ saya ini, mama memberi uang jajan kepada saya. Biasanya kalau saya liburan tidak pernah diberi uang jajan. Karenanya, saya pun bekerja tanpa harus disuruh terlebih dahulu.

Pada pengalaman saya tadi, terbukti bahwa operant conditioning yang mengarah kepada reinforcement positifnya bekerja pada saya. Saya biasanya bekerja harus diperintah terlebih dahulu, tetapi karena saya diberi penguat yaitu ekstra uang jajan pada liburan, membuat saya bekerja tanpa harus disuruh. Dan itu menjadi kebiasaan saya di rumah sampai sekarang. Saya bekerja tanpa harus diperintah lagi.
Read More

Jumat, 22 Februari 2013

0

Ultraviolet Lyrics

She is a wave and she's breaking 
She's a problem to solve 
and in the circle she's making 
I will always revolve


And on her sight 
These eyes depend 
Invisible and indivisible

That fire you ignited 
Good, bad and undecided 
Burns when I stand beside it 
Your light is ultraviolet 

Visions so insane 
They travel unraveling through my brain 
Cold when I am denied it 
Your light is Ultraviolet 
Ultraviolet 

Now is a phase and it's changing 
It's rotating us all 
Thought we're safe but we're dangling 
and it's too far to survive the fall 

And this I know 
It will not bend 
Invisible and indivisble

That fire you ignited 
Good, bad and undecided 
Burns when I stand beside it 
Your light is Ultraviolet 

Visions so insane 
They travel unraveling through my brain 
Cold when I am denied it 
Your light is Ultraviolet 
Ultraviolet 

That fire you ignited 
Good, Bad and undecided 
Burns when I stand beside it 
Your light is Ultraviolet 

Visions so insane 
They travel unraveling through my brain 
Cold when I am denied it 
Your light is Ultraviolet 
Read More

My Blog List

Footer Widget 1

Total Tayangan Halaman

Footer Widget 3

Blogger templates

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 2

About Me

Search

Popular posts