Night Diamond Bloody Red - Busy

Kamis, 23 Mei 2013

0

My Archetype

Your result for Awakening the Hero Within: Hero Archetype Test...

You are the Caregiver!

59% Innocent, 57% Orphan, 56% Warrior, 74% Caregiver, 64% Seeker, 65% Lover, 65% Destroyer, 61% Creator, 59% Magician, 71% Ruler, 55% Sage and 70% Fool!

Goal: Help others.

Fear: Selfishness

Response to Dragon/Problem: Take care of it or those it harms

Task: Give without maiming self or others

Gift: Compassion, generosity

Addictions: Caretaking, codependence

The ideal of the Caregiver is the perfect, caring parent—generative, loving, and attentive to noticing and developing talents and interests. The Caregiver is the creator of community that helps people feel that they belong and are valued and cared for by encouraging nurturing relationships between and among individuals and constituencies.

Shadow Side:

Shadow caregivers wish to maintain indefinitely the symbiotic state experienced by mother and child, devouring the growing protégé to try to keep it or make it part of his or her own self. The irony, of course, is that Shadow Caregivers devour others while also feeling devoured themselves by the caregiving roles. In fact, protégés are often driven or manipulated into doing what the Shadow Caregiver would like to be doing in an unlived life. A Shadow caregiver also may feel that s/he never gets anything back for his/her trouble. However, this type of Shadow caregiver also cannot get anything back, because s/he refuses to receive. These Caregivers may use the guilt and obligation they inspire in others to get their own way.

Take Awakening the Hero Within: Hero Archetype Test at HelloQuizzy

Read More
0

Studi Kasus : Emosi dan Agresi dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 15 Mei 2013

Emosi merupakan perasaan yang muncul dari dalam diri seseorang (baik posotf maupun negatif) dikarenakan adanya stimulus dari luar dan ditandai dengan reaksi secara fisiologis dan psikologis. Misalnya rasa takut. Rasa takut merupakan salah satu bentuk emosi yang reaksi fisiologisnya tampak.

Contoh dalam kehidupan saya adalah, ketika saya pulang dari sekolah ketika SMP, saya melihat beberapa ekor anjing kira-kira 10 meter jaraknya dari saya. Lalu reaksi saya pada saat itu adalah deg-degan, keringat dingin dan gemetar. Pada saat yang bersamaan, saya jadi merasa takut dan cemas. Kejadian tersebut sama seperti teori Cannon-Bard. Dimana ketika stimulus datang (anjing), maka bagian talamus di otak melakukan kedua hal sekaligus : pertama talamus merangsang sistem otonom yang menghasilkan perubahan fisiologis yang terlibat dalam emosi (meningkatnya degup jantug, keringat dan gemetar) lalu yang kedua adalah talamus mengirim pesan kepada korteks serebrum, dimana pengalaman emosi dipersepsi.
Read More

Studi Kasus : Motivasi dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 1 Mei 2013

Motivasi merupakan sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan suatu perilaku dalam mencapai suatu tujuan yang ingin kita capai. Tentunya dalam mencapai sesuatu, seseorang harus mempunyai motivasi dulu, agar dapat melakukan tindakannya. Jika tidak termotivasi, maka seseorang akan sulit dalam menggapai apa yang diinginkan. Hal ini sudah menjadi hal yang umum diketahui oleh seluruh manusia. Karena setiap orang pasti memiliki tujuan dan motivasi tertentu. Termasuk saya. Dalam kehidupan sehari-hari, saya mempunyai kasus mengenai mnotivasi ini, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi Ekstrinsik.

Saya sangat senang dalam pembahasan tentang Psikologi Industri dan Organisasi. Saya sangat tertarik dengan bagaimana motivasi kerja tiap orang dan pola pikir setiap orang dalam menyelesaikan masalah dalam konteks kerja di perusahaan atau organisasi, misalnya dalam hal yang berhubungan dengan politik. Karenanya, saya senang bekerja yang berhubungan dengan organisasi ataupun perusahaan-perusahaan bidang pengembangan manusia (HRD) jika tamat kuliah.  Inilah yang menjadi motivasi intrinsik saya. Sehingga saya selalu hadir di setiap pelajaran PIO dan mendengarkan secara maksimal ketika pelajaran berlangsung. Inilah bentuk motivasi intrinsik saya

 Yang menjadi motivasi ekstrinsik saya adalah dosen-dosen pengajar dan orang-orang yang telah terjun ke dalam dunia Psikologi Industri dan Organisasi ini. Mereka memberikan gambaran bagaimana dunia PIO ini. Pengajaran yang mereka berikan kepada saya, membuat saya semakin berminat dan semakin ingin terjun ke dunia PIO ini. Sehingga, saya semakin sering membaca dan mencari sesuatu yang berhubungan dengan dunia PIO ini. Inilah bentuk dari motivasi secara ekstrinsik menurut saya.

Terimakasih
Read More
0

Studi Kasus : Intelegensi dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 10 April 2013

Intelegensi mengacu pada pengertian : kemampuan berpikir individu untuk belajar dari pengalaman. Untuk alasan yang benar dan untuk mengatasi tuntutan dari hidup sehari. Sebenarnya, banyak bagian-bagian yang dibahas didalam intelegensi dan juga pasti banyak terjadi kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari mengenai intelegensi ini. Termasuk dalam kehidupan saya. Salah satu bagian dari pembahasan intelegensi adalah Fluid dan Crystallized Intelligence. Fluid inteligence : kemampuan untuk belajar atau menemukan cara baru untuk menghadapi masalah baru. Sedangkan, Crystallized  intelligence : kemampuan untuk memanfaatkan informasi yang telah dipelajari sebelumnya untuk memecahkan masalah yang lazim.

Contoh kasus yang berhubungan dengan kedua hal itu adalah ketika masuk semester 2 ini. Ketika semester 1, saya tidak sering atau jarang membaca buku untuk materi esoknya. Terkhusus mata kuliah Psikologi Umum 1, karena bukunya sangat tebal dan berbahasa Inggris. Jadi, saya hanya mendengarkan dari penjelasan dosen dan presentasi dari kelompok. Dan hasil dari proses belajar yang tidak baik ini menjalar hampir ke seluruh  mata kuliah dan saya menjadi terbiasa dengan cara belajar yang seperti itu. Ketika memasuki semester 2, semuanya pun berubah. Semua mata kuliah menuntut mahasiswa termasuk saya untuk membaca buku sebelum masuk kuliah. Terkhusus mata kuliah Psikologi Umum 2, yang meminta bukti bahwa kita telah membaca sebelumnya, yaitu resume. Awalnya saya sangat malas mengerjakannya. tetapi, karena ini merupakan kewajiban dan juga merupak nilai tugas, maka saya selalu mengerjakannya. Sehingga, kebiasaan membaca buku sebelum masuk, menjalar untuk semua mata kuliah lain.

Yang menjadi Fluid Intelligence adalah saya mengikuti cara baru dalam cara belajar saya yaitu membaca terlebih dahulu dan membuat resume dari yang saya baca. Dan yan menjadi Crystallized  intelligence adalah saya menerapkan cara belajar saya yang baru ( membaca lalu membuat resume) ke mata kuliah yang lainnya.

 

 

 
Read More
0

Studi Kasus : Kognisi dan Bahasa dalam kehidupan sehari-hari


Rabu, 1 April 2013

Kognisi merupakan proses intelektual dengan mana informasi diperoleh, ditransformasi, disimpan, diambil kembali. Yang paling penting di dalam pembahasan kognisi ini adalah konsep. Konsep merupakan kategori yang umum dari sesuatu, peristiwa, atau kualitas yang dihubungkan oleh suatu ciri-ciri yang umum. Kemudian, proses dari kognisi ini dapat digunakan sebagai problem solving dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh studi kasus yang berhubungan dengan kognisi ini adalah konsep. Ini paling sering terjadi ketika akan memahami sesuatu. Terkhusus ketika sedang belajar.

Bagi saya pribadi, ketika sedang belajar suatu materi harus memahami konsepnya terlebih dahulu. Ada banyak cara. Misalnya untuk mata kuliah Psikologi umum ini, dosen membuat tugas untuk setiap pertemuan kepada semua mahsiswa agar mengerjakan resume materi yang akan dipelajari di pertemuan minggu depannya. Hal ini menurut saya berguna agar semua mahasiswa termasuk saya memahami konsep apa-apa saja yang ada dalam materi itu yang ditumpahkan dalam bentuk resume. Misalnya materi seperti Intelegensi. Sebelum mengulas lebih dalam tentang materi tersebut, mahasiswa diberi tugas resume. Saya sendiri terlebih dahulu mencari konsep-konsep apa saja yang akan dibahas di materi tersebut. misalnya konsep-konsep tersebut adalah pengertian intelegensi, pandangan-pandangan berbeda tentang intelegensi, pengukuran dalan intelegensi dan lain sebagainya. Konsep-konsep tadi dapat mengantar pengertian awal kepada setiap mahasiswa sebelum diulas lebih dalam pada pertemuan selanjutnya.

Mungkin itu menurut saya contoh yang paling dekat dan sering tentang kognisi.
Read More
0

Studi Kasus : Memori dalam kehidupan sehari-hari


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti mendapatkan pelajaran setiap harinya. Dan yang nerperan besar dalam proses ini adalah memori. Memori manusia itu seperti PC yang kita kenal. Maksudnya adalah cara kerja memori kita ini sama seperti PC, yaitu, Proses pemasukan data atau informasi yang disebut encoding, lalu informasi tersebut diolah dan dan disimpan disebut sebagai proses storing kemudian ketika kita ingin menggunakan kembali informasi yang telahvkita simpan tersebut atau dalam bahasa simpelnya kita ingin mengingat kembali ingatan kita disebut dengan proses retrieving.

Kali ini kasus pribadi yang saya ambil adalah tentang memori jangka pendek. Dan ini terjadi pada hari yang sama dimana saya belajar PUM 2 tentang memori. Seperti biasa, stelah presentasi selesai, dosen memberikan feedback kepada kami. Kak Indri menjelaskan kembali tentang memori. Baik dari pengertian, jenis, dan yang lainnya yang masih berhubungan dengan memori. Ketika itu, kak Indri memberikan tampilan slide yang berisi tulisan nama-nama hewan, buah dan pohon/bunga (kalau saya tidak salah, saya agak lupa). Kemudian, kami diberi waktu dalam beberapa menit untuk menghapal apa-apa saja nama yang ada di slide tersebut. tiba-tiba, nama saya dipanggil oleh kak Indri, saya tidak terlalu konsentrasi, sehingga saya hanya bisa mengingat nama-nama di kolom pertama, 1 nama hewan di kolom kedua dan ketiga pada baris terakhir.

Dari pengalaman tersebut, saya mengerti bagaimana proses memori berlangsung dan bagaimana jenis dari memori yang Short Term Memory tersebut. mungkin ini salah satu pengalaman pribadi dari sekian pengalaman lainnya tentang kasus yang berhubungan dengan memori. Terimakasih.

 
Read More

Rabu, 24 April 2013

PAUD DAHULU Vs PAUD MASA KINI


PAUD DAHULU

Vs
PAUD MASA KINI
 

Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) sama dengan PAPS (Pendidikan Anak Pra Sekolah). tokoh yang pertama sekali memperkenalkan pendidikan seperti ini adalah Friedrick Froebel (1837) yang membuka sekolah Taman Kanak-kanak pertama di Jerman. Beliau disebut juga Ayah pendidikan anak usia bayi. Menurutnya, Pendidikan taman kanak-kanak perlu mengikuti sifat anak serta bermain merupakan suatu metode dari pendidikan dan cara dari anak untuk meniru kehidupan orang dewasa dengan wajar.

Ada tokoh dari Indonesia yang memberikan kontribusi mengenai pendidikan anak ini yaitu Ki Hajar Dewantara. Pandangan Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan anak ini lebih menekankan kepada penanaman nilai, martabat kemanusiaan, nilai moral watak, dan pada akhirnya pembentukan manusia yang berkepribadian. Ciri dari khas pendidikan anak usia dini disebut Sistem among yang mempunyai inti : Ing ngarso sing tulodo, Ing madya mangun karso dan Tut wuri handayani.

Pada hakekatnya, PAUD merupakan upaya untuk memberikan stimulus, pengasuhan yang benar, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang melatih dan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak.  Dimana, pendidikan yang diberikan menitik beratkan kepada dasar pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta (kreativitas), emosi dan spiritual. Karenanya, penyelenggaran dari Pendidikan Anak Usia Dini ini harus disesuaikan dengan tahap perkembangan yang dilalui oleh anak. Inilah yang menjadi kendala di masa sekarang.

Dulu anak-anak usia dini (0-8 tahun) yang dididik baik secara formal (TK, RA, dll) informal (kel.bermain,TPA, dll) dan nonformal (pend. Keluarga, pend. Lingkungan dll) lebih mengarah kepada budi pekerti. Tingkat pelajaran yang diterima anak-anak memiliki level yang memang pantas diterima anak-anak yang dalam tahap perkembangan usia 0-8 tahun. Seperti mewarnai, menyanyi sambil menghapal, membentuk kelompok bermain untuk membangun kerjasama dan juga belajar mengenali orang lian selain keluarga. Seperti teori diatas, anak-anak usia dini lebih dominan dalam bermain. Karenanya model pembelajaran dilakuan sambil bermain. Permainan yang dilakukan anak-anak usia dini dulunya, lebih simple, sederhana dan lebih membangun nilai-nilai budi pekerti.

Berbeda dengan anak-anak usia dini zaman sekarang. Sedangkan jika dibandingkan dengan zaman saya TK dulu, sudah berbeda jauh. PAUD masa kini sudah mempelajari  layaknya pelajaran anak SD kelas 1-2. Anak-anak sudah diajarkan hal-hal yang lebih kompleks seperti bermain komputer, berhitung yang lebih kompleks (tidak hanya 1-20), belajar bahasa asing (bahasa Inggris), membuat kreativitas yang lebih kompleks, seperti meronce, menganyam dan lain sebagainya. Padahal pada zaman dulu, anak-anak usia dini itu lebih di dominasi untuk bermain. Karena seperti teori diatas, anak-anak dalam usia dini berada dalam tahap bermain. Dan dalam tahap ini pula anak-anak menyerap banyak tentang lingkungan sekitarnya. Jadi dengan bermain mereka juga belajar akan lingkungannya.

Kemajuan pendidikan anak-anak usia dini zaman kini dikarenakan banyak hal. Yang paling berperan besar adalah kemajuan zaman atau globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sehingga memaksa setiap manusia untuk mengikutinya. Apabila tidak, maka akan ketinggalan banyak informasi atau sering disebut ketinggalan zaman. Sehingga, anak-anak dalam tahap perkembangan emas ini pun sudah diberi stimulus yang lebih banyak lagi. Mungkin karena perkembangan pengetahuan yg juga maju, anak-anak dalam golden age pun sudah harus dibentuk karakternya walaupun akan berdampak negatif dalam beberapa aspek kehidupan, seperti budi pekerti, perkembangan psikososial anak dan pola pikir anak yang tidak lagi “polos”.

Menurut saya, inilah sebabnya PAUD dahulu dan PAUD masa kini itu berbeda. Saya masih ingat ketika saya TK, saya bermain beramai-ramai dengan kawan satu group di TK. Permainan mulai dari petak umpet, engklek, memanjat-manjat pohon, lomba lari dan banyak lagi. Siapa memiliki mainan, saling berbagi juga. Tetapi, jika saya lihat sekarang, anak-anak tidak lagi berlari-lari sana sini mengejar temannya, bermain petak umpet, sekarang yang terlihat adalah anak-anak bermain dengan mainannya sendiri yang lebih canggih, tidak perlu berbagi dengan orang lain mainannya. J


Mungkin ini salah satu dampaknya mihihihihi :D
 
 




Read More

Jumat, 05 April 2013

0

BIG5 Result

The Result from BIG FIVE test Personality :) so it's me :D i don't know about the truth hhaha :D

Big Five Test Results
Extroversion (52%) medium which suggests you average somewhere in between being assertive and social and being withdrawn and solitary.
Accommodation (50%) medium which suggests you are moderately kind natured, trusting, and helpful while still maintaining your own interests.
Orderliness (58%) moderately high which suggests you are, at times, overly organized, neat, structured and restrained at the expense too often of flexibility, variety, spontaneity, and fun.
Emotional Stability (38%) moderately low which suggests you are worrying, insecure, emotional, and anxious.
Inquisitiveness (60%) moderately high which suggests you are intellectual, curious, imaginative but possibly not very practical.
Take Free Big Five Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com
Read More

Kamis, 04 April 2013

0

Gaya Manajemen Konflik


Gaya Manajemen Konflik

Pengontrol

Seorang pengontrol memiliki ciri asertif dan kompetitif. Pengontrol memiliki kecendrungan untuk mencapai kepentingannya, bahkan dengan cara merugikan orang lain. Tipe gaya seperti ini merupakan tipe yang berorientasi kepada kekuasaan, serta akan menggunakan kekuasaan dan kekuatannya demi mencapai tujuan-tujuan pribadinya. Kompetisi bagi orang dengan gaya seperti berarti mempertahankan hak-kewajiban diri, mempertahankan pendapat yang dipercaya sebagai benar, atau sekedar ingin menang saja.

Akomodator

Seorang akomodator memiliki ciri tidak asertif dan kooperatif. Ketika melakukan akomodasi, seorang akomodator sering sekali tidak memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan selalu saja berfokus pada kepentingan-kepentingan orang lain. Seorang akomodator seringkali akan menurut pada perintah orang lain meskipun ia sebenarnya tidak ingin melakukan perintah tersebut.

Avoider

Avoider bercirikan tidak asertif dan tidak kooperatif. Seorang avoider tidak memiliki perhatian terhadap kepentingan dirinya dan tidak juga memerhatikan kepentingan orang lain. Ia juga tidak mau memerhatikan sekaligus juga menghindari konflik. Cara menghindar yang dilakukan oleh seorang avoider adalah seperti mengambil posisi di pinggir (supaya tidak terlihat) ketika konflik terjadi, menunda-nunda masalah sampai orang lain lupa akan terjadinya konflik, atau sekedar melarikan diri dari situasi yang mengancam.


Kolaborator

Bertolak belakang dengan avoider, seorang kolaborator memiliki sifat yang asertif sekaligus kooperatif.  Kolaborasi meliputi usaha untuk bekerja sama dengan orang lain dalam rangka untuk menemukan solusi yang dapat memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terkait. Ini berarti bahwa seorang kolaborator akan berusaha untuk mengidentifikasikan kepentingan-kepentingan mendasar dari dua pihak yang kemudian digunakan oleh seorang kolaborator untuk menemukan alternatif-alternatif solusi bagi kedua belah pihak bertikai. Pada intinya, seorang kolaborator mengetahui kapan ia harus asertif untuk menunjukkan poin-poin penting dalam penyelesaian suatu masalah. Di sisi lain, ia juga mengetahui situasi-situasi di mana ia harus mengambil langkah yang lebih kooperatif.

Pengkompromi

Seorang pengkompromi memiliki ‘setengah ‘ sifat asertif dan ‘setengah’ sifat kooperatif. Objektif seorang pengkompromi adalah untuk mendapatkan solusi jalan tengah yang sedikit banyak memuaskan kedua pihak yang bertikai. Akan tetapi, kedua pihak yang bertikai tidak benar-benar puas dengan keputusan yang diambil. Pada intinya, seorang pengkompromi selalu berusaha untuk mencari jalan tengah yang seringkali tidak dapat benar-benar memuaskan pihak-pihak yang bertikai.



Read More

My Blog List

Footer Widget 1

Total Tayangan Halaman

Footer Widget 3

Blogger templates

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Footer Widget 2

About Me

Search

Popular posts